Analisis Deskriptif adalah bagian dari statistik yang
digunakan untuk manggambarkan atau mendeskripsikan data tanpa bermaksud
mengenaralisir atau membuat kesimpulan tapi hanya menjelaskan kelompok data itu
saja.
Sehingga, dapat diartikan Analisis
Deskriptif bertujuan untuk menggambarkan data dengan tampilan yang lebih
menarik sehingga mudah dimengerti. Biasanya data yang akan di Analisis
Deskriptif dibuat dalam bentuk diagram-diagram maupun tabel sehingga mudah
dipahami.
Sebagai contoh diberikan kasus sebagai berikut :
Menyelesaikan kasus di atas dengan menggunakan SPSS
dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1.
Klik analyze lalu pilih descriptive statistics
dan pilih frequencies.
2. Klik suhu lalu klik simbol panah untuk memindahkan variabel ke sisi sebelahnya. Begitu pula pada kelembaban.
2. Klik suhu lalu klik simbol panah untuk memindahkan variabel ke sisi sebelahnya. Begitu pula pada kelembaban.
3.
Klik statistics.
Isi
tampilan statistik praktikan seperti gambar. Untuk menambahkan presentil maka
isi berapa angka presentil yang praktikan mau lalu klik add. Setelah selesai maka klik continue.
4.
Klik chart.
Pembahasan :
Perhatikan gambar salah satu output berikut.
Pada gambar terdapat tulisan valid yang mengartikan
data yang ada sebanyak 20, dan missing
mengartikan bahwa data yang hilang sebanyak 0, artinya tidak ada data yang
hilang. Mean mengartikan rata-rata
dari data yang praktikan masukkan memiliki rata-rata sebesar 30,2000 untuk suhu
dan 40,1000 untuk kelembaban. 00 yang berada pada 30,2000, merupakan hasil isi atau banyaknya desimal yang praktikan
masukkan di variabel view praktikan.
Jika isi desimal yang praktikan masukkan 0 maka rata-rata akan menjadi 32,20
tetapi jika isi desimal 2 maka rata-rata menjadi 32,2000. Selanjutnya ada standard eror of mean yaitu 0,890 untuk
suhu dan 1,073 untuk kelembaban. Maksud dari standard eror of mean digunakan untuk mengukur seberapa tepat nilai
mean yang praktikan peroleh.
Selanjutnya ada median, median pada suhu yaitu 30 dan kelembaban
40. Median digunakan untuk mendapatkan nilai tengah setelah data diurutkan. Mode adalah modus yaitu data yang paling
sering muncul yaitu pada suhu 30 pada kelembaban 40. Standar deviasi merupakan
cerminan seberapa jauh data menyimpang dari rata-rata. Standar deviasi
menggambarkan seberapa jauh data tersebut bervariasi. Pada suhu standar deviasi
yaitu 3,982 dan pada kelembaban yaitu 4,800. Variansi adalah ukuran sebaran
data. Pada suhu variansinya sebesar 15,853 dan kelembaban sebesar 23,042. Skewness adalah kecondongan suatu kurva.
Pada suhu skeewness sebesar -0,670 dan pada kelembaban sebesar -0,592. Standard eror of skewness digunakan
untuk mengukur seberapa tepat nilai
kecondongan kurva yang praktikan peroleh. Pada suhu standard eror of skewness nya sebesar 0,512 begitu pula pada
kelembaban yaitu sebesar 0,512. Kurtosis adalah keruncingan suatu kurva. Pada
suhu kurtosis sebesar 0,781 dan pada kelembaban sebesar 0,077. Standard eror of kurtosis digunakan
untuk melihat seberapa tepat nilai keruncingan kurva yang praktikan peroleh. Standard eror of kurtosis suhu sebesar
0,992 begitu pula pada kelembaban. Range
adalah perbedaan antara nilai terbesar ke nilai terkecil. Range pada suhu yaitu 16 dan kelembaban yaitu 18. Minimum adalah
nilai terendah dari data yang praktikan masukkan, pada suhu nilai minimumnya
adalah 20 pada kelembaban yaitu 29. Nilai maksimum adalah nilai tertinggi dari
data yang praktikan masukkan. Pada suhu nilai maksimum senilai 36 dan
kelembaban 47. Sum adalah jumlah
keseluruhan data yang praktikan masukkan, pada suhu nilai sum adalah 604 dan kelembaban sebesar 802. Selanjutnya ada
presentil, adalah titik atau nilai yang membagi suatu distribusi data menjadi
seratus bagian yang sama besar. Pada suhu presentil 25 bernilai 28, presentil
50 bernilai 30, presentil 75 bernilai 33,75. Pada kelembaban presentil 25
bernilai 37,25, presentil 50 bernilai 40, presentil 75 bernilai 44,5.
Perhatikan gambar berikut.
Pada gambar 3.3 terlihat adanya valid, yaitu data
yang ada ditulis satu persatu dan dihitung frekuensinya satu persatu pada kolom
frequency. Lalu pada kolom persen
dihitung dalam persen dari frekuensi data yang ada. Jika data 1 maka 5% jika 2
maka 10% jika 3 maka 15% dan seterusnya. Valid persen yaitu mempersenkan data
yang memang sah atau benar-benar ada atau valid. Kumulatif persen adalah
menjumlahkan data dari kolom persen yang ada. Total dari setiap kolom persen
akan 100 jika semua data masuk atau tidak ada yang missing.
Perhatikan gambar.
Pada gambar terlihat bahwa adanya diagram histogram
dengan diikuti adanya kurva normal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar